Lumpia Basah B2 Karawang

“Cobain lumpia!” Begitu kata seorang teman saat mengetahui saya hendak ke Karawang.

Sebenarnya saya masih berpikir, lumpia apa yang dimaksud? Bukankah lumpia ada di mana-mana, tidak harus sampai mencarinya di Karawang?

Setelah saya mencarinya di Google Maps, ternyata maksudnya adalah lumpia berisi daging babi yang ada di Karawang. Penjualnya ada di daerah Tuparev dan keluar di malam hari setelah pukul 19.00. Reviewnya cukup banyak dan positif, jadi saya masukan ke dalam list yang akan saya kunjungi.

Dan tiba pada hari saya sudah berada di Karawang.

Suasana malam di sekitar Jl. Tuparev, Karawang

Saya berangkat dari apartemen sewaan saya usia mengisi Zoom Webinar. Tuparev dan sekitarnya sedang ramai di malam itu, sesuai dengan ciri khas Pecinan yang banyak pedagang dan penjaja makanan. Untungnya Karawang bukan kota besar yang dihiasi macet ria di pusat kota, sehingga saya masih bisa leluasa memutari Tuparev.

Saya mencoba mengelilingi jalan tersebut, tetapi masih tidak menemukan penjual lumpia babi yang dimaksud. Hmmm, saya mencoba membuka Google Maps. Betul, lokasinya di sini, tapi kok tidak ada?

Saya memeriksa lagi Google review. Oh, ternyata lumpia babinya cepat habis. Memang, saat itu sudah pukul 20.00 lewat. Apakah saya datang terlambat dan kehabisan?

Saya tidak mau menyerah. Akhirnya saya memarkir sepeda motor saya dan coba menelusuri jalan Tuparev dengan berjalan kaki. Tidak lama saya mengingat bahwa patokannya adalah toko sepeda. Saya cari toko sepeda yang dimaksud, mendekati tempatnya dan ada gerobak bertuliskan “lumpia”.

Pantas saja saya kesulitan menemukannya! Gerobaknya kecil, tempatnya gelap, dan tertutup oleh banyak mobil yang parkir. Saya sempat berpikir sejenak, benarkah ini penjual lumpia yang dimaksud, kok tempatnya remang seperti ini? Setelah saya amati gerobaknya, nampaknya benar.

Ketemu!

Saya pastikan lagi, “lumpianya pakai daging babi ya?”

“Betul koh, mau coba?” Jawab penjualnya.

Akhirnya saya pesan 1 porsi lumpia dengan telur dan daging babi, harganya Rp22.000. Penjual langsung menyalakan kompor kayu bakarnya, lalu menumis bumbu beserta telur dan sayuran. Aromanya sedap sekali. Sang pedagang dengan cepat menuang tumisan sayur, telur, dan daging ke atas kulit lumpia lalu melipatnya.

Jadilah lumpia basah dengan isian daging babi.

Lumpia basah sedang disiapkan
Here it is, lumpia basah Karawang!

Saya sangat menyukai lumpia basah, tetapi pilih-pilih. Selama ini lumpia basah yang saya sukai hanyalah lumpia basah Gang Aut yang ada di Bogor. Harus yang ada di Gang Aut, tidak boleh pedagang yang lain, sebab rasanya berbeda. Nah, lumpia basah yang di Tuparev ini ternyata memiliki tingkat kelezatan yang sama dengan lumpia Gang Aut di Bogor. Bedanya, lumpia basah ini ada isian daging babinya.

Aroma telur urak arik dengan bumbu bawang putih dan kemiri begitu kuat. Gurih dan sedap. Tidak lupa tekstur renyah dari tauge dan bengkoang yang dimasak secara tepat memberi pengalaman gustatorik yang menyenangkan. Rasa manis dari bengkoang juga cukup kuat, mengimbangi gurih dari rasa telur. Sesekali tergigit cincangan daging babi, yang sebenarnya tidak terlalu dominan di dalam hidangan ini.

Bintang dari hidangan ini ternyata bukan dari daging babinya, tetapi dari citarasa manis bengkoang, gurih dari telur, dan renyah dari sayuran.

Pricelist lumpia basah Karawang

Sambil menyantap lumpia, sang pedagang berkata, “Cobain juga sate babinya” sambil menunjuk ke gerobak di samping. Oh, ternyata saudara si pedagang lumpia adalah pedagang sate babi. Cukup ramai juga dagangannya.

Saya bertanya harganya, Rp13.000 per tusuk! Apakah saya salah mendengar? Tetapi saya lihat daftar harga di gerobaknya, betul, Rp13.000. Karena sudah kadung penasaran, saya akhirnya mencoba memesan 1 tusuk sate babi original dan 1 tusuk sate babi manis. Jangan banyak banyak, nanti bayarnya mahal.

Memang, sate ini bukan untuk kaum mendang-mending. Ukurannya cukup besar. Sate babi original terdiri dari potongan daging babi yang dibumbui asin. Tidak alot. Saya santap dengan cocolan sambal, serbuk rempah (dominan aroma ketumbar dan jahe), dan acar. Kombinasi yang sangat menyenangkan lidah. Sate babi manisnya ternyata lebih enak lagi. Dagingnya nampak dicincang terlebih dahulu, bukan potongan daging besar. Teksturnya lebih empuk.

Sate babi Jl. Tuparev, Karawang
Asap sate + asap rokok jadi satu

Saya kemudian disuguhkan segelas teh tawar oleh pedagang lumpia. Seporsi lumpia basah, dua tusuk sate babi, dan segelas teh tawar hangat. Puas.

Sambil membayar, saya memerhatikan kendaraan yang berlalu lalang di Jalan Tuparev, sambil mendengar suara live music dari festival kuliner yang diselenggarakan di depan kelenteng di seberang jalan. Suasana malam yang menyenangkan di Karawang.

Langganan tulisan tentang wisata, kuliner, dan budaya Indonesia. GRATIS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *