Apa, Liburan ke Mojokerto? Ngapain?

“Memangnya ada apa di sana?” Begitu tanya teman saya ketika mengetahui saya sedang berlibur ke Mojokerto, solo traveling.

Awalnya saya juga berpikir seperti itu. Sejauh yang saya tahu, objek wisata yang cukup menarik di Mojokerto adalah Situs Trowulan. Tapi, masa iya, melakukan perjalanan dari Jakarta ke Jawa Timur untuk melihat candi saja?

Setelah saya googling, ternyata saya berhasil menemukan tempat-tempat yang menarik di Mojokerto. Semua sudah saya kunjungi, dan ini dia kegiatan berlibur yang bisa kita lakukan di Mojokerto:

1. Mengunjungi Situs-Situs Sejarah di Trowulan

Trowulan merupakan nama kecamatan di Mojokerto, dan pada ribuan tahun yang lalu merupakan ibukota dari kerajaan Majapahit. Jadi jangan heran apabila ditemukan banyak sekali situs-situs bersejarah di sini, sebab memang dulunya tempat ini adalah pusat pemerintahan kerajaan Nusantara kuno. Perjalanan bisa dimulai dari Gapura Wringin Lawang yang merupakan ‘gerbang masuk’ ibukota di masa lalu, kemudian kita bisa melihat Candi Bajang Ratu, Candi Tikus, Candi Brahu, Kolam Segaran, Makam Putri Champa, Candi Gentong, Pendopo Agung, dan lain-lain. Sebenarnya kita bisa menghabiskan waktu seharian penuh untuk menelusuri seluruh situs bersejarah di sini, tetapi saya hanya mengunjungi candi-candi yang iconic, dan hanya membutuhkan waktu setengah hari saja.

Jangan lupa, di sini kita juga harus mencicipi Sambel Wader yang merupakan kuliner khas Majapahit, pusatnya berada di sekitar Kolam Segaran dan Museum Trowulan.

situs trowulan peradaban majapahit yang mengagumkan

Sayangnya akses transportasi ke sini masih sulit. Dari stasiun Mojokerto, saya memesan Gojek seharga Rp18.000 dan diturunkan di Wringin Lawang. Untuk mengitari Trowulan, kita wajib membawa kendaraan pribadi (karena tidak ada kendaraan umum di sini), atau bila beruntung kita bisa minta diantarkan oleh warga dengan sepeda motor dengan biaya seikhlasnya.

2. Berfoto bersama Patung Buddha Tidur di Maha Vihara Majapahit

Lokasi vihara ini sebenarnya masih berada di Trowulan, sehingga bila kita sudah tiba di Trowulan, lebih baik sekalian berkunjung ke sini.

Vihara ini dibuka untuk umum. Dan… patung Buddha Tidurnya keren! Panjangnya sekitar 20an meter dan pernah mendapatkan penghargaan dari MURI. Bila ada tempat kosong, pengunjung juga bisa menginap di asrama vihara ini dengan biaya seikhlasnya juga.

budha tidur mojokerto

3. Berwisata Alam di Pacet

Bukan Pacet yang di Bogor-Cianjur ya, tetapi di Mojokerto. Tempatnya agak jauh dari pusat kota, tetapi menarik untuk dikunjungi. Suasana khas pegunungan yang sejuk dan menyegarkan mata menghilangkan lelah di ibukota seketika. Kita bisa pergi ke Air Terjun Dlundung, Pemandian Air Panas Padusan, dan lainnya. Atau bila ingin lebih menarik, bisa mengunjungi Desa Sendi alias “desa yang hilang”. Desa ini secara administratif tidak terdaftar dalam pemerintahan dan sudah dihapus dari peta, sebab pada saat Agresi Militer Belanda II desa ini dibom hingga hancur sehingga dianggap sudah tidak berpenghuni lagi. Namun pada akhir tahun 1990an, beberapa warga mulai menghuni tempat ini lagi meski tidak diakui oleh pemerintah.

Di Desa Sendi, kita bisa menikmati kuliner khasnya yaitu nasi jagung dengan aneka lauk seperti ikan asin, tahu tempe, selada air, atau ikan gurami goreng. Rasanya lezat dan harganya sangat terjangkau!

desa sendi Mojokerto

desa sendi

Bersama salah satu warga desa Sendi

4. Nongkrong di Alun-Alun Kota Mojokerto

Alun-alun menjadi tempat yang enak untuk nongkrong atau sekadar duduk menikmati suasana. Didesain secara instagramable dengan miniatur candi-candi di Trowulan, tempat ini ramai oleh ibu-ibu dan anak-anak pada sore hari. Malam harinya semakin meriah, semakin banyak remaja dan dewasa yang duduk-duduk di sini berkumpul menghabiskan waktu.

Pastikan mencoba kerupuk upil yang banyak dijual oleh ibu-ibu penjual minum di sini. Mirip seperti kerupuk melarat asal Cirebon, kerupuk upil merupakan kerupuk yang digoreng dengan pasir, bedanya kerupuk upil disajikan dengan cocolan sambal petis.

alun alun kota mojokerto

alun alun kota mojokerto

5. Melihat Puluh-Ribuan Koleksi Wayang di Museum Gubung Wayang

Tempat ini membuat saya terkagum-kagum. Empat ribu koleksi topeng, tiga ribu koleksi keris, dan puluhan ribu koleksi wayang dipajang di sini. Mulai dari koleksi lengkap boneka Si Unyil tahun 1970-an hingga 2000-an sampai wayang-wayang tradisional seperti wayang kulit, wayang golek, sampai wayang suket. Wayang dari berbagai daerah juga ada baik itu dari Betawi, Sunda, Cirebon, Pekalongan dan lainnya. Tak lupa, wayang Potehi yang merupakan seni wayang tertua di dunia.

Koleksi teruniknya adalah wayang dari para tokoh-tokoh dunia maupun nasional. Sebut saja Mahatma Gandhi, Bunda Theresa, Barrack Obama, Presiden Jokowi, Gubernur Ahok, SBY, JK, Warkop DKI, Chrisye, sampai Mbah Surip.

Lokasinya sangat dekat dengan alun-alun dengan tiket masuk Rp30.000. Agak mahal, tetapi dipastikan tidak akan menyesal ketika sudah berkunjung ke museum ini!

museum wayang yensen

museum wayang yensen

museum wayang yensen

6. Belanja atau Berwisata Kuliner di Benteng Pancasila, Malioboro van Mojokerto

Pada siang hari tempat ini seperti jalan pada biasanya. Tetapi mulai sore (apalagi malam hari), tempat ini menjadi ramai. Pengunjung datang untuk menghabiskan waktu dan berbelanja. Ada pedagang baju, aksesoris, makanan, mainan, camilan, sampai pengamen. Saking ramainya, tempat ini dijuluki Malioboro-nya Mojokerto – ya walaupun tentu saja jauh lebih ramai Malioboro.

benteng pancasila mojokerto

Di sini juga ada Carrefour dan Sunrise Mall yang boleh dikunjungi untuk ngadem sebentar.

7. Berwisata Kuliner ala Mojokerto

Namanya masih di Indonesia, budaya dan kulinernya begitu kaya. Di Mojokerto saya mencicipi rawon terenak yang pernah saya makan di Depot Anda. Ada juga penjual nasi rames yang hanya Rp6000! Selain itu, kita juga bisa mencicipi kuliner khas  Mojokerto seperti pentol bakar (di Benteng Pancasila), bubur seruntul, gulai menthok, sate keong, dan sebagainya. Kabar baiknya, harganya murah meriah (kecuali Depot Anda).

bubur seruntul

Ada Lagi?

Kira-kira ini yang saya lakukan ketika berlibur ke Mojokerto. Mungkin ada pembaca yang ingin merekomendasikan spot lain di Mojokerto?

garvin

Ada 3 hal yang paling ia suka: budaya, sejarah, dan mendaki gunung. Ia dapat dihubungi melalui @garvingoei.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *