Kenangan Bakmie Ayam Legendaris di Muara Karang

Saya dan Muara Karang sudah memiliki “hubungan” selama puluhan tahun. Pertama, rumah saya hanya berjarak sekitar 3 kilometer dari Muara Karang; kedua, rumah nenek dan paman saya berada di Muara Karang blok 8, sehingga saya saat masih kecil dulu sering mengunjungi mereka di sana. Dua alasan ini membuat saya sering sekali mendatangi Muara Karang entah untuk mengunjungi kerabat atau sekadar mencari makan saja.

Belasan tahun lalu, sekitar awal tahun 2000an, kuliner Muara Karang sudah ramai tetapi belum seramai (dan semacet) sekarang. Banyak penjual makanan yang masih bertahan sejak tahun-tahun tersebut hingga sekarang, banyak juga yang sudah tutup dan tempatnya digantikan dengan penjual makanan yang baru. Salah satu dari penjual makanan yang sudah ada sejak awal tahun 2000an hingga sekarang adalah Bakmi Ayam Taman Blok 8. Mungkin sudah ada sejak 20 tahun lebih yang lalu, dan mungkin juga merupakan salah satu penjual bakmie ayam pertama di Muara Karang, sehingga semoga tidak berlebihan jika saya menyebutnya penjual bakmie legendaris di MK.

Lokasinya berada di jalan raya Muara Karang. Dulu Koh Amen, sang pemilik, berjualan dengan tenda yang bersebelahan dengan Soto Bang Mamat, Roti Bakar Bagas, dan Martabak Bangka Jaya yang semuanya sama-sama sudah berjualan sejak awal tahun 2000an (atau lebih lama lagi). Tenda bakmie mulai didirikan sore menjelang malam di halaman sebuah ruko yang sudah tutup. Namun karena ruko tersebut kini sudah disewa oleh orang lain, maka Bakmi Ayam Taman Blok 8 kini berjualan di sebuah ruko kecil, berbarengan dengan Soto Bang Mamat yang sama-sama “tergusur” juga. Perpindahan posisi ini membuat Bakmi Ayam Taman Blok 8 menjadi sulit ditemukan, karena spanduk yang terpasang kecil kecil sekali. Namun patokannya adalah sebagai berikut: berada di sebelah kiri jalan raya dan hanya berjarak beberapa ruko setelah Holland Bakery. Patokan lebih mudahnya lagi, beberapa ruko sebelum Bakmie Ncek Legenda.

Begitu tiba, saya langsung memesan semangkuk bakmie ayam dan semangkuk bakmie pangsit. Tak lama, kedua porsi bakmie segera disajikan. Tampilannya sederhana sekali, hanya bakmie dengan sawi hijau dengan topping ayam yang dimasak dalam dua jenis: ayam putih yang gurih dengan ayam kecap yang gurih manis. Tidak ada daging babi, sehingga anda yang ingin mencari hidangan halal bisa bersantap di sini. Begitu diaduk, aroma harum bakmie segera menyeruak. Cita rasanya sederhana, yakni aroma minyak ayam dan bawang dengan rasa gurih yang mendominasi. Jika anda sudah terbiasa dengan racikan bakmie yang penuh rasa dan topping beragam, maka anda perlu sedikit menyesuaikan lidah. Rasanya lebih tradisional.

Daging ayamnya cenderung empuk dan cukup banyak, dengan rasa gurih yang bercampur dengan manis karena dua macam topping tersebut. Pangsitnya tergolong sederhana namun enak, nampaknya hanya berisi cincangan daging ayam dan bawang putih saja. Selain pangsit, anda juga bisa minta ditambahkan bakso sapi dan bakso ikan. Dulu nenek saya suka meminta ditambahkan jamur shitake rebus, namun saya lupa menanyakan apakah tambahan topping tersebut masih ada atau tidak. Oh iya, ada dua jenis bakmie yang bisa anda pesan, bakmie halus atau bakmie lebar, yang membedakan hanya ukuran dan tekstur bakmienya saja.

Dari segi rasa sebenarnya tidak ada masalah, namun yang jadi masalah adalah suasana tempatnya. Menempati ruko kecil ini membuat suasananya menjadi tidak terlalu nyaman. Terasa sedikit pengap karena minimnya ventilasi, berbeda dengan saat dulu masih di tenda yang perputaran udaranya masih lancar. Sehingga, saya lebih merekomendasikan agar bakmienya dibungkus dan disantap di rumah saja.

bakmi taman blok 8

Dari segi harga, bakminya tergolong murah untuk dibandingkan dengan penjual bakmie lain di Muara Karang. Semangkuk bakmie ayam dihargai Rp23.000 dan bakmie pangsit dihargai Rp28.000. Pas untuk semangkuk bakmie bercita rasa tradisional. Mungkin bukan bakmie terbaik di Muara Karang, namun jika anda ingin mencicipi salah satu racikan bakmie legendaris di Muara Karang, maka tempat ini bisa anda kunjungi. Atau untuk sekadar nostalgia, seperti saya.

Bakmi Ayam Taman Blok 8
Jl. Muara Karang Raya Blok A8 No. 73
Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara
Jam operasi: 16.30 – 24.00

2 Replies to “Kenangan Bakmie Ayam Legendaris di Muara Karang”

  1. Ya saya juga favoritnya klo ke mk makannya di amen.. pangsit kuahnya ga ada yg ngalahin.. kuahnya bening (tidak banyak minyak dan keruh), panas dan enak banget dimakan dengan banyak sayuran.. bakminya juga enak garing dan pastinya halal karena sy ga makan babi. Tapi sy lebih suka makan pangsit kuahnya.. 🥰 dulu waktu tinggal di mk sy setiap malam makan pangsit kuahnya. Panas, pedas + potongan rawit segar banget pokoknya

    1. Wah betul, kuahnya enak banget. Sekarang posisinya sudah pindah, bergeser beberapa puluh meter saja. Sudah bukan tenda lagi tetapi sewa ruko bareng soto betawi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *