Mie Baskom Glodok, Gang Kalimati

Gang Kalimati, atau justru lebih dikenal sebagai Gang Tian Liong, merupakan salah satu nama jalan kecil di kawasan Pecinan Glodok yang juga patut dijadikan destinasi kuliner. Berbeda dengan beberapa titik di Glodok seperti di Petak Sembilan dan Gang Gloria yang sudah lebih dikenal, Gang Tian Liong masih belum terlalu sering disebut di dunia maya. Meski demikian, gang ini tetap ramai; para pria dan wanita paruh baya datang ke sini untuk sekadar berbelanja bahan-bahan masak, kue-kue, atau mencari makanan.

(Baca juga: kuliner Glodok tersembunyi di Gang Tian Liong)

Ada banyak makanan yang patut dicoba di sini. Namun kali ini saya tertarik dengan sebuah penjual makanan yang terkenal dengan “mie baskom”, karena memang dijual di dalam baskom. Sebenarnya saya sudah melihat penjual mie baskom ini di Gang Tian Liong, namun belum pernah tertarik, sampai akhirnya saya melihat di website Tirta Lie dan disebut-sebut sebagai salah satu makanan yang direkomendasikan. Makanya, dalam sebuah kesempatan, saya datang untuk mencicipinya.

Saat itu jam 2 sore, usai saya bersembahyang di Kelenteng Jin De Yuan dan ingin mencari santapan sebelum pulang ke rumah. Ternyata penjual mie baskom langsung ada. Letaknya kira-kira di seberang penjual nasi vegetarian, di depan kedai ayam goreng. Anda bisa menemukan seorang penjual dengan meja dan etalase di pinggir jalan. Saat itu sang ibu penjual sedang sibuk membungkuskan makanan bagi pelanggan-pelanggannya. Karena tidak ingin mengganggu, saya langsung saja menyebutkan pesanan saya, yakni sebungkus mie, bihun, dan kwetiaw goreng dicampur untuk dibungkus pulang.

mie baskom gang kalimati

Sebungkus mie goreng disertai dengan sambal kacang dan acar. Setelah bungkusan saya buka, wah porsinya tergolong besar! Di dalam bungkusan ini, terdapat campuran mie, bihun, dan kwetiaw goreng yang ditumis bersama kol, sawi hijau, dan bakso ayam; kemudian ditaburi lagi dengan kacang tanah goreng. Karena sudah digoreng terlebih dahulu (bukan pesan baru digoreng), maka mie gorengnya sudah dingin. Tapi tidak terlalu masalah, sebab rasa mie gorengnya tergolong enak. Bihunnya agak hancur, mungkin karena bihun yang digunakan adalah bihun halus dan sudah diaduk-aduk. Di antara ketiganya, yang paling saya sukai adalah kwetiawnya yang bertekstur kenyal. Karena digoreng minimalis (nampaknya hanya menggunakan minyak dan sedikit bawang putih dan kecap manis), penambahan taburan kacang tanah goreng memberikan rasa gurih dan tekstur yang membuat hidangan ini menjadi lebih enak. Oh iya, hati-hati ketika mengguyur sambal ke atasnya, karena rasanya cukup pedas! Tambahan sambal kacang ini juga menambah rasa gurih manis tersendiri ke dalam makanan.

mie baskom glodok

Oh iya, ketika sedang membeli tadi, sang Ibu penjual berkata bahwa waktu terbaik untuk datang adalah di pagi hari; sebab pada saat itulah makanan masih tersaji hangat dan gorengannya masih lengkap. Memang ketika saya datang, jualannya sudah mau habis. Selain menjual mie, bihun, dan kwetiaw goreng; juga tersedia gorengan seperti bakwan dan lumpia. Kapan-kapan mungkin ingin saya coba karena terlihat menarik.

Seporsi mie goreng campur dihargai Rp18.000. Cukup mahal, namun dengan porsi yang besar saya rasa tidak menjadi masalah. Rasanya tergolong enak, namun mungkin tidak sampai istimewa. Bagi yang mau coba, silakan; cocok untuk sarapan.

Mie Baskom – Gang Tian Liong
Glodok, Taman Sari, Jakarta Barat 11120
Jam berjualan: pagi sampai sore pukul 17.00

Langganan tulisan tentang wisata, kuliner, dan budaya Indonesia. GRATIS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *