6 Hal yang Bisa Dilakukan dalam Sehari di Jalan Lombok, Semarang

Apa salah satu kegiatan seorang dosen full time di universitas? Mendampingi mahasiswa lomba. Nah, kebetulan pada tanggal 5 – 7 Juli kemarin saya ditugaskan untuk mendampingi lomba mahasiswa di Kota Semarang, Jawa Tengah. Seperti biasa, sambil melaksanakan tugas, saya juga menyempatkan diri untuk berkunjung ke salah satu tempat wisata. Seorang teman merekomendasikan untuk mengunjungi Jalan Lombok yang terletak di kawasan pecinan Semarang. Menuju tempat ini tidak sulit karena dekat dengan pusat kota Semarang. Kita bisa ke sana dengan menggunakan ojek online atau kendaraan pribadi. Dan, inilah kegiatan yang bisa dilakukan selama berada di Jl. Lombok:

1. Mengunjungi Kelenteng Terbesar di Semarang

Selain Sam Po Kong, ternyata Semarang juga memiliki kelenteng lain yang tak kalah menariknya. Di Jalan Lombok ini, kita bisa menemukan kelenteng Tay Kak Sie yang merupakan kelenteng terbesar di Semarang. Terbesar di sini bukan dalam artian luas, melainkan dalam artian jumlah dewa-dewi yang dipuja di sini.

tay kak sie temple

Kelenteng ini sudah ada sejak tahun 1746, bermula dari sulitnya warga-warga Tionghoa di kawasan pecinan untuk beribadah, karena kelenteng Sam Poo Kong yang jaraknya cukup jauh. Desain interiornya yang masih asli dan otentik sama seperti kelenteng ini pertama kali didirikan memberi nilai sejarah dan budaya yang begitu menarik. Datanglah untuk melihat-lihat, atau apabila anda menjalankan tradisi Tionghoa dalam kehidupan sehari-hari, datanglah untuk beribadah sejenak.

tay kak sie temple

2. Mencicipi Lumpia Tertua di Semarang

Antrian yang begitu panjang membuat saya penasaran, seenak apa lumpia ini sampai orang rela menunggu setidaknya selama satu jam? Kedai lumpia yang sudah berjualan selama satu abad lebih ini (kini dikelola oleh generasi keempat) menyajikan lumpia yang benar-benar enak. Isian lumpia yang terdiri dari rebung, udang, dan telur ini ditumis di tempat; dengan racikan bumbu yang membuatnya sangat harum dan gurih. Sebuah lumpia seharga Rp15.000 dan saya sangat merekomendasikan tempat ini!

lumpia gang lombok halal

lumpia gang lombok halal

3. Bersantap Siang di Mie Siang Kie

Selesai mengudap lumpia, saya langsung bergeser satu rumah ke kedai bakmie Siang Kie. Seolah tak mau kalah legendarisnya dengan Lumpia Gang Lombok, kedai mie Siang Kie ini ternyata sudah berjualan sejak zaman Belanda! Semangkuk mie dengan topping daging ayam, irisan telur dadar, dan kekian ini langsung menggugah selera saya. Rasa gurih asin mendominasi hidangan ini. Jangan datang terlalu sore agar tidak kehabisan hidangan mie yang legendaris ini.

Harga semangkuk mie: Rp30.000

mie siang kie kota semarang jawa tengah

4. Melepas Dahaga di depot Aneka Es

Bergeser lagi satu rumah ke sebelahnya, kita akan menemukan kedai es campur yang lagi-lagi tak kalah legendarisnya. Tempatnya kecil, namun dari pajangan di dindingnya kita tahu bahwa tempat ini sudah dikunjungi oleh berbagai tokoh nasional. Saya memesan semangkuk es campur untuk menghilangkan dahaga di siang yang panas ini. Campuran kolang-kaling, manisan mangga, cincau, dan kelapa muda beradu cantik dalam serutan es dan siraman sirup home made. Rasanya manis, asam, dan segar! Lagi-lagi saya mewajibkan teman-teman yang mengunjungi Semarang untuk bersantap es campur di sini.

Harga semangkuk es campur:  Rp25.000

Es Campur Gg Lombok

Es Campur Gg Lombok

5. Mencicipi Wedang Tahu di Kota AsalnyaLangsung

Loh, menu ini kan ada di Jakarta? Yes, di Jakarta hidangan ini kita sebut sebagai kembang tahu. Memang bisa dengan mudah kita temui di Jakarta, tapi saya rasa ada keseruan tersendiri ketika kita bisa mencicipi wedang tahu di kota asalnya langsung, Semarang. Penjual wedang tahu umumnya berjualan di kawasan pecinan dengan pikulan. Sambil menikmati hiruk pikuk Gang Lombok, saya mencicipi semangkuk wedang tahu (Rp8.000) yang terdiri dari kembang tahu dan siraman kuah jahe manis.

wedang tahu

6. Menonton Wayang Po Te Hi

Tepat di depan kelenteng Tay Kak Sie saya menemukan sebuah panggung kecil untuk pertunjukan wayang Po Te Hi. Di sana tertempel jadwal pertunjukan. Sayangnya, waktu saya yang begitu terbatas membuat saya tidak sempat untuk menonton wayang hasil akulturasi budaya Jawa dan Tionghoa ini. Apabila anda sedang mampir ke Semarang, sempatkan diri untuk menonton wayang penuh nilai budaya ini.

klenteng gang lombok

Well, demikian catatan kecil saya mengenai kegiatan yang bisa kita lakukan ketika mengunjungi Jalan Lombok, Semarang. Datanglah untuk menikmati budaya, sejarah, serta kekayaan kuliner Semarang yang begitu khas.

Kumpulan Tulisan tentang Semarang:
1. Sehari di Jalan Lombok, Semarang
2. Catatan Backpacking Semarang & Ambarawa (bagian 1)
3. Catatan Backpacking Semarang & Ambarawa (bagian 2)
4. Catatan Backpacking Semarang & Ambarawa (bagian 3)
5. Catatan Backpacking Semarang & Ambarawa (bagian 4)
6. Catatan Backpacking Semarang & Ambarawa (bagian 5)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *